Kecantikan, Pembaruan

Brand Identity: Strategi Branding Skincare Biar Gak Kalah Saing di Pasar

Apa itu brand identity? Identitas brand skincare.

MurniCare Maklon Jakarta Barat – Pernah gak kamu merasa produk skincare di pasaran terlihat mirip satu sama lain? Mulai dari kemasan, warna, hingga gaya komunikasinya, semua terasa seragam. Nah, di sinilah peran brand identity jadi sangat penting. Lalu, apa itu brand identity?

Brand identity bukan sekadar logo atau warna cantik di kemasan — tapi tentang bagaimana sebuah brand dikenali dan diingat oleh audiensnya. Ketika identitas brand kamu kuat dan konsisten, orang tidak hanya ingat produknya, tapi juga vibe, karakter, dan nilai yang kamu bawa. Inilah kunci agar produkmu tidak mudah tertukar dengan kompetitor, bahkan ketika tampil di rak yang sama.

Apa Itu Brand Identity & Kenapa Penting?

Brand identity penting untuk bisnis skincare. Apa itu Brand identity?
Gambar: Freepik

Brand identity adalah cara sebuah brand menampilkan dirinya kepada publik — baik melalui tampilan visual, gaya komunikasi, maupun pengalaman yang dirasakan oleh konsumennya. 

Nah, brand identity ini beda dengan brand image. Brand identity adalah apa yang ingin disampaikan oleh brand kepada audiens. Sedangkan, brand image adalah bagaimana audiens melihat brand ini. 

Kenapa brand identity ini penting:

  • Produk jadi mudah dikenali di tengah banyaknya kompetitor.
  • Identitas brand dapat membangun persepsi dan kepercayaan audiens.
  • Identitas jadi pondasi untuk komunikasi dan strategi marketing yang konsisten. 

Buat brand kamu yang baru memasuki tahap maklon, penting banget untuk menentukan brand identity sejak awal. Strategi ini membantu tim maklon menyesuaikan kemasan, formulasi hingga positioning produk skincare agar semuanya selaras dan mendukung citra brand yang ingin kamu bangun.

Elemen Brand Identity yang Brand Wajib Diketahui

Logo adalah simbol utama dari sebuah brand. Kuncinya ada pada desain yang sederhana, mudah diingat dan fleksibel untuk diaplikasikan di berbagai media digital dan konvensional. Logo yang kuat akan menjadi wajah pertama yang diingat oleh konsumen, bahkan sebelum mereka mencoba produknya.

2. Palet Warna 

Warna memiliki peran penting dalam membentuk citra brand. Selain memberi identitas visual, warna juga membawa makna psikologis dan membantu audiens mengenali ciri khas brand kamu dengan mudah.

3. Tipografi

Apa lagi yang mudah diingat dari sebuah brand? Yupp, jenis font. Font style dapat mencerminkan karakter brand kamu. Apakah ingin tampil modern, klasik, elegan, playful, atau lainnya. Pemilihan font yang tepat membantu brand terlihat konsisten dan punya kepribadian yang kuat di setiap tampilannya.

4. Tone of Voice

Ibarat manusia, sebuah brand juga punya persona dan cara “bicara” yang khas. Tone of voice inilah yang menentukan bagaimana brand berbicara melalui konten di media sosial, website, maupun kampanye pemasaran lainnya. Apakah gaya bicara hangat, edukatif, elegan, atau justru fun dan santai? Kamu bisa menilai dari bagaimana sebuah brand berinteraksi dan menyampaikan pesannya di berbagai kanal media sosial. 

5. Visual yang Konsisten

Tampilan yang konsisten membuat brand kamu lebih mudah dikenali dan diingat. Mulai dari pemilihan warna, gaya foto, ikon, hingga layout, semuanya merupakan bagian dari identitas visual yang membentuk kesan utuh tentang brand kamu.

Biasanya, ada jasa maklon yang juga menyediakan layanan pembuatan desain logo dan label kemasan. Sebagai klien, kamu bisa memanfaatkan layanan ini agar proses pembuatan identitas brand jadi lebih efisien. Namun, sebaiknya kamu sudah memiliki konsep dan DNA brand yang jelas sebelum tim desain dari pihak maklon mulai membantu, supaya hasil akhirnya tetap selaras dengan brand kamu. 

Cara Membangun Brand Identity yang Kuat

Membangun brand identity tentu bukan hal yang bisa dilakukan dalam semalam. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan untuk membentuk kepribadian sebuah brand. Yuk, kita bahas!

  1. Brand identity terbentuk dari konsistensi, mulai dari kecil hingga besar. Misalnya, pemilihan jenis font, packaging, gaya bahasa, sebutan admin dan panggilan untuk audiens, warna desain, bentuk logo, frekuensi posting konten hingga nuansa keseluruhan brand. 
  1. Gunakan teori 5 brand personality sebagai acuan dalam membentuk identitas brand kamu. Berikut penjelasannya:
  • Sincerity – Brand dengan kepribadian ini terlihat jujur, tulus, membangun kepercayaan yang kuat, memiliki ikatan emosional yang dekat dengan audiens dan memprioritaskan loyalitas konsumen. 
  • Excitement – Brand yang kreatif, berani tampil beda, menawarkan pengalaman yang berkesan. Karakter ini biasanya identik dengan inovasi dan cara-cara yang out of the box dalam melibatkan audiens.
  • Competence – Brand dengan karakter ini dikenal profesional, berkompeten, dan terpercaya. Mereka menyediakan produk atau layanan berkualitas tinggi, memiliki pengetahuan teknis yang kuat, dan mengutamakan pengiriman ketepatan waktu dan kepuasan pelanggan.
  • Sophistication – Brand dengan citra mewah, elegan, dan berkelas. Mereka menargetkan pelanggan yang cerdas dan menginspirasi konsumen untuk meningkatkan gaya hidupnya.
  • Ruggedness – Brand yang berjiwa tangguh, biasanya berhubungan dengan aktivitas outdoor, daya tahan, dan berkelanjutan. Mereka sering menonjolkan nilai-nilai ketahanan, keaslian, serta kepedulian terhadap lingkungan atau program CSR.
  1. Pastikan setiap aspek brand kamu mencerminkan karakter yang ingin ditunjukkan. Mulai dari packaging, copywriting, hingga cara tim customer service berinteraksi dengan pelanggan. Semuanya harus selaras agar kepribadian brand terasa konsisten dan autentik.

Contoh Kesalahan yang Bikin brand mudah dilupakan

Ada beberapa hal yang sering dilakukan brand, tapi justru membuat mereka sulit melekat di ingatan audiens. Berikut beberapa di antaranya:

  • Tidak memiliki arah identitas yang jelas: produk sering berganti  warna, tone, dan gaya komunikasi tanpa arah yang konsisten.
  • Meniru brand lain. Hal tersebut justru membuat brand kehilangan keunikan dan sulit diingat oleh audiens. 
  • Tidak konsisten dalam visual & pesan. Feed media sosial tidak selaras dengan desain packaging atau gaya promosi lainnya.
  • Visual brand secara keseluruhan tidak mencerminkan karakter audiens yang ingin dijangkau.

Sekarang, kamu sudah mengetahui apa itu brand identity. Membangun brand identity memang bukan proses yang instan, tapi langkah ini sangat penting dalam menentukan arah dan kekuatan brand kamu ke depannya. Dengan identitas yang jelas, konsisten, dan relevan dengan target pasar, brand kamu akan lebih mudah dipercaya, dikenali, dan diingat oleh audiens.

Kalau kamu berencana membuat produk skincare dan ingin membangun identitas brand sejak awal, tim kami siap membantu mulai dari proses formulasi, desain kemasan, hingga pengurusan legalitas produk. Yuk, wujudkan brand skincare dengan karakter yang kuat, berkesan, dan jadi juara di ingatan konsumen!

Tertarik eksekusi rencana produksi untuk brand skincare kamu? Silakan hubungi kami yaa!

Good luck, Beautypreneurs!

Baca juga
5 Strategi Membangun Loyalitas Pelanggan Bisnis Skincare