Produk Bagus Bisa Gak Laku? Terapin Strategi Marketing Ini!

MurniCare Maklon, Jakarta – Kenapa produk bagus bisa gak laku? Karena, produk laku butuh strategi yang tepat. Buat kamu yang baru mulai bisnis atau yang lagi mandek pas baru mulai jualan, yuk kita cari tahu kenapa produk bagus aja gak cukup!

Pentingnya Awareness
Konsep tak kenal maka tak sayang, rasanya mirip dengan topik kita kali ini. Bedanya, jika brand tidak dikenal, maka akan sulit menghasilkan konversi. Contoh, produk bagus tapi gak ada yang tahu malah bisa gak laku.
Sebagai brand, membangun awareness itu penting banget. Seperti namanya, brand awareness adalah kondisi ketika sebuah brand dikenal oleh audiens melalui berbagai channel promosi dan marketing.
Jadi, sebuah brand harus rajin tampil di ruang publik melalui berbagai channel marketing, baik online maupun offline. Brand harus narsis biar semua orang tahu bahwa brand ini tuh exist. Brand harus menempuh cara agar semakin banyak orang yang tahu dan semakin sering mereka melihat penampakan brand dan produknya.
Tenang aja, audiens selalu punya rasa penasaran dan “ikut-ikutan” coba. Kalau brand awareness kamu kuat, peluang terjadinya konversi dalam bentuk apa pun akan semakin besar. Mulai dari sering stalking media sosial brand kamu, follow, engage sama konten-konten yang kamu unggah, masukin produkmu ke keranjang, sampai ke tahap pembelian.
Jadi, membangun awareness menjadi langkah pertama yang wajib dibangun oleh semua brand kecantikan.
Strategi Marketing Digital Bisnis Skincare
Bisnis skincare di Indonesia bagai hutan dengan beragam jenis pohon yang besar dan kecil. Ada brand yang legendaris lebih dari 30 tahun, sampai brand skincare baru yang masih merintis.
Strategi marketing produk skincare pun semakin bervariasi di tengah gempuran teknologi yang canggih saat ini. Promosi bukan hanya lewat televisi dan banner di pinggir jalan, tapi juga melalui media sosial.
Produk kamu bagus tapi gak ada yang tahu? Terapin strategi marketing ini yuk!
1. Mapping Brand Identity dan Audiens
Untuk menghindari produk bagus tapi gak laku, kita bikin mapping dulu. Sebelum bikin iklan, kamu harus tahu dulu siapa brand kamu. Ibarat orang, ini seperti menjawab pertanyaan “kamu kayak gimana sih orangnya?”.
Nah, kamu bisa tentukan brand persona dulu. Setelah itu, kamu juga bisa membuat buyer persona biar tahu siapa aja target audiens dan target pembeli produk kamu.
2. Aktif Hadir di Media Sosial
Sebagai brand, kita mencari tempat yang ramai orang agar produk kita lebih mudah terlihat, benar kan?
Nah, media sosial adalah sebuah tempat yang juga ramai. Saat ini, kita harus aktif di media sosial agar orang-orang bisa lihat eksistensi kita. Ini jadi cara kedua untuk menghindari produk yang bagus jadi gak laku.
Ada 2 cara untuk dikenal banyak orang di media sosial, yaitu secara organik dan beriklan. Organik berarti brand kamu hanya hadir dengan persona dan konten-konten rutin aja. Sedangkan, beriklan berarti kamu hadir dan dapat dikenal lebih luas secara lebih cepat dengan membayar nominal sesuai goals iklan kamu. Ini biasanya disebut dengan digital ads dan social media ads. Cara-cara ini menunjukkan bahwa produk bagus aja gak cukup, kita harus usaha ekstra.
Namun, nggak perlu khawatir. Karena budget untuk ads ini cenderung fleksibel. Misalnya, FB & IG ads. Platform ini, akan menyesuaikan jangkauan audiens sesuai budget yang kamu tentukan. Jadi, nggak perlu khawatir yaa.
3. Pilih Channel Distribusi yang Tepat dan Terpercaya
Banyak cara untuk memasarkan produk kecantikan. Menjual skincare secara offline dapat dilakukan dengan menaruh produk kamu di retail-retail kecantikan, minimarket dan supermarket. Mau buka toko offline sendiri? Bisa banget!
Menjual produk kecantikan secara online pun banyak sekali caranya. Kamu bisa memanfaatkan marketplace, membuat website sendiri untuk transaksi pembelian, memanfaatkan fitur live, menjual paket khusus reseller, dan lain sebagainya.
Yang lebih penting lagi, jualan online berkaitan erat dengan jasa pengiriman. Agar produk sampai ke tangan konsumen dengan aman, pilihlah jasa pengiriman yang terpercaya. Pastikan reputasinya bagus dan pelayanannya dapat memudahkan bisnis kamu.
Peran Influencer, Review, dan UGC
Influencer adalah bagian dari strategi marketing yang juga seringkali memberi dampak untuk performa akun bisnis kamu. Menggunakan influencer ini jadi cara cepat untuk nggak tterjebak di situasi dimana produk bagus tapi gak ada yang tahu.
Pilihlah public figure dengan reputasi bagus dan bisa merepresentasikan brand kamu. Misalnya, kamu punya bisnis lip serum. Untuk memasarkan produk ini, pilih influencer dengan konten-konten di bidang kecantikan juga.
Kalau produk dan persona influencer-nya tidak sejalan, bisa jadi strategi kamu kurang ampuh. Hal ini disebabkan karena minat audiens influencer tersebut tidak cocok dengan produk yang kamu promosikan.
Review juga dapat menjadi strategi marketing. Para brand kecantikan biasanya punya 1001 cara untuk memotivasi pembeli agar mereka memberikan review yang positif. Mulai dari memberikan free gift, produk sampel, packaging yang unik, hingga meningkatkan pelayanan dan kualitas produknya.
Konten-konten User Generated Content (UCG) juga merupakan strategi marketing yang sering kita temui. Konten promosi seperti ini mempengaruhi motivasi audiens untuk membeli. Konten UGC ini dibuat untuk mempromosikan produk dengan konsep unik, yaitu talent-nya menggunakan produk dan dia juga yang memberikan review.
Oh iya, sebelumnya, kami juga pernah membahas tentang UGC untuk membangun loyalitas pelanggan, lho.
Gimana, sudah ada rencana eksekusi strategi marketing yang mana dulu nih? Semuanya menarik untuk dicoba. Mau terapin semua? Boleh banget! Sebagai brand skincare yang tangguh, kamu boleh melakukan semua strategi yang baik untuk menempuh konversi yang brand kamu inginkan. Jadi, nggak ada lagi ya yang namanya produk bagus tapi gak laku.
Good luck, Beautypreneurs!
Baca juga
Modal Awal Usaha Skincare dengan MOQ Rendah!
7 Soft Skill Wajib Pengusaha Skincare, Jadi Entrepreneur Sukses!
Produk untuk Menghilangkan Jerawat Efektif



















