Kesehatan

Kapan Tidak Boleh Pijat? Ini Kondisi yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Pijat 

Wanita meringis saat menjalani body massage untuk membantu meredakan otot tegang.

MurniCare Wellness, Jakarta – Setelah seharian beraktivitas, rasanya memang menyenangkan jika bisa melepas penat dengan reflexology atau pijat. Selain membantu tubuh lebih rileks, terapi ini juga sering dipilih untuk meredakan pegal dan mengurangi stres.

Banyak orang menganggap pijat selalu bermanfaat untuk tubuh. Padahal, kapan tidak boleh pijat juga penting untuk diketahui agar terapi yang dilakukan tetap aman. Pada kondisi tertentu, body massage justru sebaiknya ditunda karena dapat memperburuk keluhan yang sedang dialami. 

Karena itu, penting untuk memahami kontraindikasi pijat sebelum melakukan treatment. Di MurniCare Wellness, keamanan dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas, sehingga setiap sesi diawali dengan konsultasi singkat mengenai kondisi kesehatanmu.

Kehamilan: Boleh Pijat, Tapi Perlu Pertimbangan

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, “Apakah pijat saat hamil aman?”

Jawabannya tergantung pada usia kehamilan dan kondisi ibu hamil itu sendiri. Pada masa awal kehamilan, tubuh sedang mengalami banyak perubahan sehingga umumnya diperlukan kehati-hatian ekstra sebelum menjalani pijat atau reflexology.

Jika kamu sedang hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan, terutama bila memiliki riwayat kehamilan berisiko, perdarahan, kontraksi dini, atau kondisi medis tertentu. Setelah mendapat izin, sampaikan juga informasi tersebut kepada terapis agar treatment dapat disesuaikan dengan kondisi tubuhmu.

Cedera Akut: Beri Waktu Tubuh untuk Pulih

Kalau kamu baru saja mengalami keseleo, memar akibat benturan, atau bahkan patah tulang, sebaiknya jangan terburu-buru melakukan pijat pada area yang cedera.

Saat cedera masih dalam fase akut, tubuh sedang mengalami proses peradangan sebagai bagian dari penyembuhan alami. Tekanan dari pijatan justru berpotensi memperparah rasa nyeri atau memperlambat proses pemulihan jika dilakukan terlalu cepat.

Tunggu hingga kondisi membaik atau ikuti rekomendasi dari tenaga medis sebelum kembali menjalani reflexology.

Punya Penyakit Kronis? Tetap Bisa, Asal Disesuaikan

Memiliki penyakit kronis bukan berarti kamu sama sekali tidak boleh menikmati pijat. Namun, beberapa kondisi memang membutuhkan penyesuaian selama treatment.

Misalnya, pada penderita varises, tekanan pijatan pada area yang mengalami varises umumnya perlu dihindari. Begitu juga bagi penderita diabetes yang memiliki gangguan saraf atau luka pada kaki, maupun orang dengan penyakit jantung tertentu. Terapis perlu mengetahui kondisi tersebut agar dapat menentukan teknik dan tekanan yang sesuai.

Kalau kamu memiliki riwayat penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan rutin, jangan ragu untuk memberi tahu terapis sebelum sesi dimulai. Dalam beberapa kondisi, terapis juga dapat menyarankan kamu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Saat Demam atau Flu, Sebaiknya Istirahat Dulu

Ketika tubuh sedang demam, flu, atau baru saja mengalami infeksi, fokus utama tubuh adalah melawan penyakit.

Melakukan pijat saat kondisi tubuh belum benar-benar pulih bisa membuatmu merasa semakin lelah atau kurang nyaman selama treatment. Selain itu, jika penyakit yang dialami bersifat menular, menunda sesi pijat juga menjadi bentuk kepedulian terhadap terapis maupun pelanggan lainnya.

Setelah kondisi tubuh kembali fit, kamu bisa menikmati reflexology dengan lebih nyaman dan mendapatkan manfaatnya secara optimal.

Baru Selesai Operasi? Tunggu Sampai Tubuh Benar-Benar Siap

Setelah menjalani operasi, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan jaringan yang sedang dalam proses penyembuhan.

Karena itu, kapan tidak boleh pijat juga mencakup masa pemulihan setelah operasi. Sebaiknya tunggu hingga dokter menyatakan kondisi sudah stabil dan aman untuk menjalani terapi pijat.

Jangan lupa untuk memberi tahu terapis jika kamu baru menjalani tindakan operasi, agar mereka dapat menyesuaikan treatment atau menyarankan waktu yang lebih tepat untuk melakukan reflexology.

Dengarkan Kondisi Tubuh Sebelum Memutuskan Pijat

Reflexology bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk membantu tubuh lebih rileks, tetapi manfaatnya akan terasa maksimal jika dilakukan pada waktu dan kondisi yang tepat. 

Memahami kapan tidak boleh pijat sama pentingnya dengan mengetahui manfaatnya. Jika kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan, sebaiknya tunda dulu sesi pijat dan konsultasikan dengan tenaga medis bila diperlukan. Setelah kondisi membaik, body massage atau reflexology bisa kembali menjadi pilihan untuk membantu tubuh lebih rileks. 

Kalau kamu masih ragu apakah kondisimu termasuk aman untuk melakukan pijat, tidak perlu menebak-nebak sendiri. Ceritakan kondisi kesehatanmu kepada terapis sebelum treatment dimulai. Dengan begitu, terapis dapat memberikan rekomendasi yang sesuai atau menyarankan untuk menunda sesi apabila memang diperlukan.

Di MurniCare Wellness, setiap pelanggan dapat melakukan konsultasi singkat sebelum treatment, agar layanan yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jadi, kalau masih punya pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi tim MurniCare Wellness terlebih dahulu. Karena relaksasi yang baik selalu dimulai dari rasa aman.

Hubungi kami melalui:

Whatsapp: 082 123 6000 61

Instagram: @murnicare.wellness

Website: murnicare.co.id

Baca Juga: Badan Pegal Terus? Bisa Jadi Tubuhmu Butuh Recovery